Sabtu, 14 Maret 2015

HATI

Sebelum ujian, seorang dosen mata kuliah metabolisme meminta kami mahasiswanya menuliskan alasan mengapa kami sayang pada hati. Hati yang dimaksud adalah organ tubuh. Namun, hati juga sering diartikan sebagai sesuatu yang tak nampak yang dimiliki manusia. Lalai akan tugas yang tak formal itu, ketika belajar untuk ujian baru ku baca 'note' dicatatan ku. Hingga ku hentikan belajar ku sejenak dan mengerjakan tugas sambil bertanya dalam hati, "mengapa aku sayang hati?"

I love My Heart (read: Liver)
          Tanpa mu, mungkin aku seperti batu
                Keras tanpa rasa
                Tanpa mu, mungkin aku seperti batu
                Diam tanpa suara
                Tanpa mu, mungkin aku seperti batu
                Kaku tanpa senyum, tanpa sedih, tanpa luka
                Tanpa bahagia
                Tanpa mu, percumalah semua..
                Karbohidrat, protein, lemak, nukleotida. .
                Ah, dia hanya lewat sejenak. .
                Tanpa mu, tanpa mu tak ada daya ku tersenyum
                mengucap salam, berpeluk dengan saudaraku
                bahkan sekadar aku mengucapkan
                “I heart you. . duhai para pencinta Islam”
                karena glukosa yang menyertaimu, karena kau tak ada
Bila kau sakit.. sungguh.. semua sulit. .
sesulit menatap matahari ditengah siang
Bila kau tak berdaya, apalah aku?
Kau tak bisa mengubah amonia menjadi urea
tak bisa. .
Laju endap darah pun kacau.. ah tak lagi sama
tak lagi normal

Bila kau sakit, semua penjahat berhasil menguasaiku
mereka menembus dan membuatku lemah. .
Toksin itu berhasil melemahkan ku. .

Tapi kau tahu, apa yang ku takutkan saat kau sakit?
Saat aku tak lagi mampu berdiri, ruku, dan bersujud
kepada Pencipta ku, Pencipta mu. .
sungguh, jiwaku ada di genggaman-Nya. .

Do’a ku. . Illah ku mengidzinkan mu menemaniku
tegar dan sehat bersamaku. .
aku menyayangi mu duhai hati ku. .
Penuh syukur. . Terima kasih Ya Rabb memberiku
segumpal daging yang tak pernah ku minta
karena Engkau menyayangi ku (Aamiin)
dari hati saja kita semestinya bersyukur, belum lagi ginjal, jantung, otak, paru-paru, dan semua yang membentuk kita. Terlebih dari permintaan yang kita panjatkan
Bersyukurlah.. “Fa bi ayya alaa irabbikumaa tukadzdzibaan?”



       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar