Minggu, 17 Mei 2015

MIMPI

Seseorang mengatakan, nantinya kita akan bertemu orang yang berjalan sama cepatnya juga sama pelannya dengan kita. Dengan semua jenis orang di dunia ini apakah bisa begitu serasinya? Belum aku mengetahuinya sampai aku merasakannya sendiri, pikir ku. Hingga suatu hari aku bermimpi. Mimpi ini seperti cerita tanpa awal yang jelas. seperti bagian film yang tiba-tiba tanpa ada prolog. Aku tengah berlari kencang. Berlari melewati orang-orang yang ramai. Jalannya tak sepi, terkadang banyak barang di sepanjang jalan hingga kami harus melompat dan secepat mungkin menghindar dari sesuatu yang menghalangi langkah kami. Aku berlari dengan tanganku yang di pegang erat. Erat sekali. Dia berlari kencang sambil memegang tangan hingga seperti tak bisa terlepas. Aku hanya bisa melihat dia yang menatap jelas ke depan dan sesekali menengok ke belakang. Ke arah ku, memastikan semua baik-baik saja. Aku merasakan saat itu aku juga harus berlari dan jangan berhenti. Sesaat aku berpikir untuk mengurangi kecepatan atas keinginanku sendiri. Namun saat itu sama sekali aku tidak merasa lelah. Jatuh. Ya, jika aku bermaksud mengurangi kecepatan tiba-tiba aku akan terjatuh. Hingga aku memutuskan untuk tetap berlari. Mimpi selesai. Selang beberapa hari aku bermimpi lagi. Aku bermimpi berada di ruang gelap tanpa cahaya. Aku berjalan pelan sambil menggambarkan keadaan sekitar. Tangan ku meraba udara di sekitar ku. Berharap tak ada yang menghalangi jalanku. Tapi meskipun aku tak bisa melihat apa-apa aku bisa merasakan seseorang yang tengah menemani ku. Memperhatikan ku. memastikan aku baik-baik saja. Ia membiarkan aku memilih langkah ku sendiri tapi dia tak membiarkan aku terjatuh. Tetap mengawasiku. Aku terus melangkah dengan sambil terus memutuskan langkah yang aku ayunkan dan merasakan seseorang itu. Mimpi selesai. Apa maksud kedua mimpi ini? Aku mencoba memahaminya. Aku dikedua mimpi ku dalam kondisi yang berbeda namun serupa. Sama-sama melangkah mencapai suatu arah tapi bagaimana aku sampai itu berbeda cara.