Sabtu, 26 Agustus 2017

Pertama Kali

Excalibur telah tercabut dari tempatnya
Dan semua mengira Arthur kan jadi raja
Tapi tidak... tidak kawanku
Kaulah yang telah mencabut pedang itu
Hanya kau yang mencabut pedang itu
Karena pedang itu hanya ada dalam hatimu
Tahukah wujud excalibur yang sebenarnya?
Dia adalah semangat dan keinginan
Perisainya adalah iman dan menahan diri
(Aziz FA)
***

Selalu ada tempat di barisan waktu untuk dia yang bernama “Pertama Kali”. Meski dalam ruang ingatan tak selalu jelas posisinya. Seperti pertama kali aku mulai senang membaca buku. Setelah lebih dari hitungan jari buku-buku itu tertata rapi di atas meja aku baru mulai bertanya, kapan pertama kali aku mulai menyukai mereka? Menjelajahi setiap kata. Menerawang setiap makna. Dan tergugah mengapa huruf-huruf itu bisa sedemekian rapi tersusun dan membuatku kadang tersenyum, sedih, semangat, marah dan tak bosan membacanya lagi. Hingga aku menulisnya kembali. Tertulis dalam percakapan hari-hariku. Media sosial. Pilihan juga keputusan-keputusan hidupku.
Seperti yang aku lakukan sekarang.

“Selalu ada yang tersisa dari masa lalu yang ingin kita tinggalkan. Selalu ada yang tertinggal dari pribadi lampau yang hendak kita lupakan. Sebab kita manusia, perubahan yang paling tajam dan menyeluruhpun akan meninggalkan sudut-sudut bergeming, atau setidaknya bekas-bekas yang tak tuntas.”(Salim A. Fillah, Lapis-lapis keberkahan) 

Pertama kali aku menyukai membaca ketika aku mendengarkan seseorang membacakan sebuah kisah persahabatan sejati. Di hari melingkar kala itu, beliau membacakannya kepada kami. Aku berpikir, bagaimana bisa buku itu membuat hatiku begitu pedih dan juga bangga. Persahabatan sejati antara manusia pilihan dengan sahabat pemilik cinta penawar luka. Betapa tidak aku meneteskan air mata. Dikisahkan, ia sanggup menahan sakit sengatan, menahan teriakan bahkan rintihan, tapi sayang tidak air mata. Hingga air mata itu jatuh mengenai pipi manusia pemimpin umat. Di gua itu, Beliau meneduhkan, memberikan cinta penawar luka “..........Allah bersama kita”.
Selalu ada tempat di barisan waktu untuk dia yang bernama “Pertama Kali”.