Kamis, 14 Januari 2016
Di ruang itu (2)
Di ruang itu,
"Aku bingung.."
"Rasanya aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan di sini."
"Sama sekali tak terbayang akan di sini."
"Terlebih kamu, kamu jelas paham apa yang harus di lakukan. Dari A sampai Z"
"Aku bingung.."
"Kamu bicara tentang banyak hal dengan cepat yang aku sendiri belum mengerti."
"Aku harus bilang apa?"
Begitu ucap Qif perlahan
Jadi semua sikapnya ini juga karena aku..
*maaf*
"Kalau aku salah tolong beritahu aku. Kalau bingung tanyakan. Agar aku segera perbaiki."
Tak ada pembahasan lain. Di ruang itu seakan aku berakhir menjadi terdakwa.
Di ruang itu, Qif seharusnya belum selesai bicara.
Maaf Qif.
Tapi, tak selesai sampai di ruang itu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar