kalimat di atas merupakan kutipan dari status facebook saya. Bukan asal update, tapi emang asli dari hati (eaa).
kalo kamu yang pernah TK pasti punya temen TK. Masuk SD jadi punya temen SD. Lanjut SMP jadi punya temen SMP. Naik ke SMA punya temen SMA. Kalau saya di kampus itu, ada temen asrama, temen matrikulasi, temen TPB, temen asistensi, temen fakultas, temen departemen, temen organisasi, temen divisi di organisasi, temen kepanitiaan dan satu yang ga saya punya temen kos-an bukan karena ga gaul tapi emang ga nge-kos. Semakin naik tingkat semakin nambah temen, sayangnya jadi ada istilah "temen baru" dan "temen lama". Sayangnya 'temen lama' ini cenderung mudah hilang diingatan. Emang, manusia ini punya sifat lupa, termasuk buat lupain temennya astagfirullah.
Jadi inget kisah Rasulullah tentang Julaibib ra. sahabatnya. Hanya Rasul lah yang mengingat Jualaibib saat usai perang dan syahid sudah menjadi gelar bagi Julaibib kala itu. Entah karena nasab, ukuran tubuh, atau paras wajahnya ia menjadi mudah dilupa. Karena memang Julaibib bukanlah lelaki yang jelas nasabnya, tinggi badannya dan tampan wajahnya. Namun, kesalihan telah menghiasi dirinya. Begitulah Rasulullah, tak memandang nasab ataupun fisik. Ya, sesama muslim adalah saudara. :D kembali lagi ke "temen lama". Benar, kita melupakan seseorang bukan karena sama seperti Julaibib, tapi mungkin karena mata kita sudah lama tak menatap wajahnya, telinga sudah lama tak mendengar suaranya, dan do'a sudah lama tak terucap untuknya. :'( .
Hingga suatu hari ada yang yang hadir dalam hati ini. Tayangan-tayangan masa lampau saat dibangku SD berbayang diingatan. Tentu bukan bangkunya -,-. Sosok-sosok lucu, imut, dan ceria. Teman SD. Lucu, dulu saya dan kelima teman saya buat 'geng' namanya SRIANA. ya,, singkatan dari enam nama. Lama, sekarang saya sudah semester 5 jadi bagaimana mereka sekarang saya tak hafal. nomor handphone tak ada foto pun tak ada. oia, tapi salah seorang dari mereka menjadi teman fakultas saya. muncullah impian tentang mereka. Bagaimana saya bisa mengumpulkan SRIANA ini lagi dalam tempat, waktu, dan rasa rindu yang sama? satu impian itu adalah membuat mereka hadir dalam pernikahan saya nanti. itulah waktu yang paling terlambat untuk kami bertemu karena harapan terbesar adalah minggu ini, hari ini atau sekarang. Tentunya ini rencana saya. bisa saja bertemu saat saya sudah mempunyai anak. Biarlah Allah melukiskan rencana yang lebih indah. iya kan?
Benar. tak menunggu satu minggu atau bahkan tiga hari, satu hari Allah sudah menjawab mimpiku. melewati sosial media dan mungkin peristiwa-peristiwa yang tak tersingkap, salah seorang bernama A dari SRIANA itu meng-add saya. Rasanya seperti mengumpulkan puzzle. Sebenarnya saya sudah pernah mencari mereka dengan fasilitas sosial media. Namun, ya seperti nama saya ini, tak hanya satu di dunia. Jelas, Allah-lah yang dapat menyampaikan rindu meski belum sampai terucap, melalui hati yang tersambung ikatan ukhuwah :')
Benar. tak menunggu satu minggu atau bahkan tiga hari, satu hari Allah sudah menjawab mimpiku. melewati sosial media dan mungkin peristiwa-peristiwa yang tak tersingkap, salah seorang bernama A dari SRIANA itu meng-add saya. Rasanya seperti mengumpulkan puzzle. Sebenarnya saya sudah pernah mencari mereka dengan fasilitas sosial media. Namun, ya seperti nama saya ini, tak hanya satu di dunia. Jelas, Allah-lah yang dapat menyampaikan rindu meski belum sampai terucap, melalui hati yang tersambung ikatan ukhuwah :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar